Cara Menanam dan Budidaya Sirih

Apakah kamu tahu tanaman sirih? Mungkin di tempat kamu tanaman ini disebut dengan nama yang berbeda, bisa sireh, suruh atau sedah. Sirih memiliki nama ilmiah Piper betle.

Tanaman ini dipercaya memiliki khasiat sebagai obat dan sangat bermanfaat untuk kesehatan lho. Bahkan, sirih sudah digunakan sejak lama oleh nenek moyang kita. Baik itu sebagai obat atau konsumsi rutin.

Beberapa khasiat sirih adalah untuk obat jerawat, obat batuk, obat diare, obat luka bakar, obat bronkitis, obat keputihan, obat sariawan, obat bisul, menatasi mata merah, mengurangi produksi ASI berlebih, Mengobati pendarahan pada hidung / mimisan, menghilangkan bau mulut dan menghilangkan bau badan.

Tanaman Sirih

Jika kamu pernah lihat pohon sirih, maka pasti tau kalau tanaman ini merupakan tanaman rambat. Sirih mampu tumbuh memanjat sampai tingginya sekitar 5-15 meter.

Memiliki daun berbentuk bulat telur, bunga berbentuk bulir yang berada di ujung cabang. Panjang bulir bunganya sekitar 2-6 cm dan bijinya berbentuk bulat.

Jenis Sirih

sirih merah

apotik-herbal.com

  • Sirih Jawa, memiliki daun yang lembut, baunya tidak terlalu menyengat dan warnanya hijau rumput.
  • Sirih Belanda, ukuran daunnya besar, warnanya hijau tua, memiliki rasa pedas dan bau yang tajam.
  • Sirih cengkeh, daunnya berukuran kecil dan berwarna kuning, rasanya mirip seperti cengkeh
  • Sirih Merah, memiliki daun yang berlendir, rasanya pahit dan aromanya khas. Warna daun bagian atas adalah hijau cerah dengan corak yang berwarna putih keabu-abuan, bagian bawah daun berwarna merah hati.
  • Sirih Kuning
  • Sirih Hitam
  • Sirih Raja

Cara Budidaya Tanaman Sirih

Tanaman sirih tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia, tapi tidak terlalu luas persebarannya. Tanaman ini mampu tumbuh sampai di ketinggian 300 mdpl. Dan, tumbuh liar di hutan hujan serta hutan jati.

Walaupun ada yang tumbuh di dalam hutan, tapi tanaman ini sudah banyak dibudidayakan lho. Berikut ini cara menanam sirih yang mungkin perlu kamu coba sendiri.

Syarat Hidup

Sirih merupakan tanaman yang tumbuh menggunakan sulur. Jika kamu ingin membudidayakan sirih, ambil bagian dari ujung atas sulur, sekitar 40-50 cm.

Agar sirih dapat tumbuh dengan baik, tanaman ini memerlukan sandaran untuk dapat hidup. Tempat untuk bersandarnya dapat berupa pohon, seperti, kapuk randu, dadap, kelor atau gamal.

Tanaman Sandaran

Pohon sandaran ini ditanam saat musim, hujan sebelum kamu menanam sirih. Jaraknya kira-kira 1,5 meter antar pohon. Tiap dua baris tanaman, buat selokan atau parit untuk mengalirkan air. Tujuannnya adalah agar tanah tidak basah karena sirih tidak tahan jika tanah tempat dia hidup terlalu basah.

Selain itu, selokan juga digunakan untuk mengairi pohon sirih saat musim kemarau. Nah, ketika tanaman sandaran sudah berakar dengan baik, pada awal musim hujan, kamu bisa membuat lubang di sekitar sandaran.

Penanaman Sirih

Sirih yang dijadikan bibit, potongan batang sirih yang panjangnya 40-50 cm tadi dapat kamu tanam sepanjang dua buku. Sisanya kamu ikatkan pada pohon sandaran.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan memotong sulur panjang yang sudah dewasa pada pangkalnya. Daun yang ada pada sulur dihilangkan, kemudian sulur dibagi menjadi 3-4 bagian. Lalu tanam sulur tersebut secara mendatar.

Setelah sulur berakar, cukup tiga sulur saja yang kamu ikatkan pada sandaran dan biarkan tumbuh sampai ke atas.

Perawatan

Tanaman sirih juga perlu dirawat agar tumbuh dengan baik dan sehat. Selain itu, jika kamu merawat tanaman sirih, maka akan didapatkan sirih dengan kualitas yang baik.

Jika perawatan dilakukan dengan baik, maka cabang dan ranting yang menggantung di bawah ketiak daun akan tumbuh dengan baik juga. Nah, bagian itulah yang nantinya akan kamu panen.

Sirih sangat peka terhadap sinar matahari, warna daun akan berubah menjadi kuning kehijauan dan jika kamu kunyah, rasanya akan lebih pedas.

Tanaman sirih yang tumbuh di tempat teduh, bentuk daunnya panjang, lemas dan warnanya hijau segar, rasanya pun tidak terlalu pedas.

Selain cahaya matahari, jenis pupuk yang digunakan juga akan memengaruhi rasa daun sirih. Sebaiknya kamu menggunakan pupuk dari kotoran ayam yang memiliki sifat dingin.

Nantinya, daun sirih yang dipupuk menggunakan pupuk kotoran ayam akan berwarna kuning muda. Namun, jika pupuk yang kamu gunakan adalah pupuk dari kotoran sapi, kuda atau kerbau, warna daun yang akan dihasilkan adalah kuning tua.

Pemanenam

Panen bisa dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Produksi maksimal akan diperoleh jika tanaman sirih sudah mencapai ujung pohon yang digunakan untuk sandaran.

Kamu dapat memanen daun yang berasal dari sulur yang menggantung sebanyak 3-4 ruas. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari saat daun masih segar.

Sulur hasil panenan kemudian diikat dan dikemas ke dalam keranjang. Kamu juga bisa memetik daun dari sulur kemudian mengikatnya menjadi satu setiap 25 lembar. Agar lebih awet saat pengiriman, kamu dapat membungkus daun menggunakan daun atau pelepah pisang.

Nah itu tadi cara menanam dan budidaya sirih yang bisa kamu coba. Selamat bercocok tanam 🙂

Leave a Reply