Cara Membuat Tempe yang Mudah dan Enak

CARA MEMBUAT TEMPE – Tempe merupakan makanan tradisional yang bahan utamanya kacang kedelai. Walaupun makanan tradisional, tapi tempe ini termasuk makanan impor lho. Gimana nggak impor, kan kedelai yang digunakan untuk membuat tempe didatangkan dari luar negeri.

Nggak cuma di Indonesia aja lho tempe ini terkenal, bahkan sampai ke luar negeri segala. Tempe ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan bisa diolah menjadi berbagai macam produk makanan.

Tempe juga merupakan makanan yang bahan pembuatnya nggak pakai hewani, sehingga bisa dikonsumsi oleh seorang vegetarian.

Bikin tempe itu nggak sulit kok, cuma butuh ketekunan sama kemauan. Kalau mau bikin tempe, kita belajar bareng aja yuk cara membuat tempe sendiri.

Alat Membuat Tempe

  • Baskom
  • Tampah
  • Saringan
  • Kompor
  • Dandang
  • Kipas angin
  • Sotel kayu

Bahan Membuat Tempe

Kacang kedelai

infopijar.wordpress.com

  • Kedelai
  • Ragi tempe
  • Daun pisang atau plastik

Cara Membuat Tempe

Tempe

agroyasa.com

Pembuatan tempe ini membutuhkan beberapa kali percobaan agar dihasilkan tempe yang benar-benar baik. Jadi, ketika kamu gagal sekali, jangan sampai menyerah dan cobalah bereksperimen lagi.

1. Pencucian Kedelai

Proses yang oertama dilakukan adalah mencuci kedelai agar kotoran yang terdapat di antara kedelai dapat hilang. Hal ini sangat diperlukan karena akan sangat memengaruhi tempe yang dihasilkan.

Jika kedelai yang digunakan bersih, maka kualitas tempe yang dihasilkan akan menjadi baik. Tetapi, ketika ada kotoran, entah itu ranting atau kerikil, pasti hal tersebut akan memengaruhi kualitas tempe yang dihasilkan.

2. Perendaman Kedelai

Setelah kedelai bersih dari kotoran, langkah selanjutnya adalah merendam kedelai. Perendaman dimaksudkan untuk menyeleksi kedelai dengan kualitas yang baik. Jika kedelai mengambang, maka kedelai tersebut kualitasnya tidak baik, dan lebih baik dihilangkan.

Selain itu, perendaman juga akan memudahkan pengelupasan kulit ari kedelai jika kamu menggunakan kedelai yang masih terdapat kulit arinya.

Perendaman ini biasanya dilakukan selama semalaman, agar air benar-benar masuk ke dalam kedelai dan kedelai menjadi lebih lunak.

3. Peremasan dan Pencucian Kembali

Setelah perendaman, kamu harus meremas-remas kedelai agar kulit arinya dapat mengelupas. Setelah itu lakukan pemisahan antara kedelai dengan kulit arinya.

Kemudian cuci kembali kedelai dan pastikan bahwa tidak ada kulit ari dan kotoran lainnya yang masih terdapat di antara kedelai yang akan diolah.

4. Perebusan Kedelai

Kedelai yang sudah bersih dari kulit ari dan kotoran, selanjutnya dimasukkan kedalam panci pesar untuk direbus. Gunakanlah panci atau wadah dengan ukuran sesuai banyaknya kedelai yang akan kamu olah.

Saat merebus kedelai, sebaiknya gunakan air yang bersih, bukan air dari PDAM. Hal ini dimaksudkan agar nantinya proses fermentasi tidak terganggu karena biasanya di dalam air PDAM terdapat kaporit.

Proses perebusan ini membutuhkan waktu yang cukup lama sampai benar-benar matang. Semua itu dipengaruhi juga dari seberapa banyak kamu mengolah kedelainya.

5. Pendinginan Kedelai

Setelah direbus sampai matang, langkah selanjutnya adalah menghilangkan uap panas dan mendinginkan kedelai.

Gunakan wadah dengan permukaan yang lebar dan ratakan kedelai di atas permukaan wadah tersebut. Kamu juga dapat menggunakan kipas angin agar kedelai cepat hilang uapnya dan menjadi dingin.

6. Peragian

Proses paling penting dalam pembuatan tempe adalah peragian. Karena, pada proses ini akan menentukan berhasil atau tidaknya pembuatan tempe yang kita lakukan.

Peragian hanya boleh dilakukan ketika kedelai sudah benar-benar mengering dan uap panasnya hilang. Jangan taburkan ragi saat keadaan kedelai masih sangat panas karena akan mematikan mikroorganisme yang ada di dalam ragi tersebut.

Pemberian ragi juga tidak bisa sembarangan, biasanya untuk 2 kg kedelai yang diolah, kamu butuh sekitar 2 sendok makan ragi tempe.

Taburkan ragi di atas permukaan kedelai dan ratakan sampai semua kedelai benar-benar terkena ragi tempe.

7. Pembungkusan

Setelah kedelai diberi ragi, lalu kita akan membungkusnya atau bisa juga dicetak dengan bentuk yang sudah ditentukan.

Pembungkus yang bisa kamu gunakan dalam pembuatan tempe ini bermacam-macam. Kamu bisa menggunakan daun pisang, daun jati, atau plastik bening.

Caranya cukup mudah, kamu tinggal memasukkan kedelai ke dalam pembungkus. Pembungkus yang baik sebenarnya adalah daun pisang, tetapi, kalau kamu menggunakan plastik, lebih baik beri lubang terlebih dahulu dengan menusuk plastik menggunakan lidi atau tusuk gigi.

Tujuan dari pemberian lubang jika kamu menggunakan pembungkus plastik adalah agar ragi tempe memeroleh sedikit udara. Tapi, jangan terlalu banyak memberikan lubang pada plastik ya, agar tempe yang dihasilkan menjadi putih bersih dan enak.

8. Fermentasi

Setelah semua kedelai dimasukkan ke dalam bungkus, diamkan tempe yang belum jadi ini pada suhu ruang. Kalau ingin proses fermentasi berjalan lebih efektif, tempatkan tempe pada suhu yang sedikit hangat selama kurang lebih 24 jam.

Jangan terlalu menumpuk tempe, karena saat proses fermentasi, tempe akan mengeluarkan panas. Jika ditumpuk dalam jumlah yang banyak, tempe akan terlalu panas dan akan menjadi cepat matang.

9. Proses Akhir

Setelah didiamkan selama kurang lebih 24 jam, saatnya kamu melihat apakah tempe sudah ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna putih atau belum. Jika sudah, itu artinya tempe sudah bisa kamu olah menjadi masakan yang enak.

Nah, itu tadi cara membuat tempe yang bisa kamu lakukan dirumah. Sekarang kita lihat tips bagaimana membuat tempe, agar hasilnya mempunyai kualitas yang baik.

Tips & Trik Membuat Tempe

  • Pilih kedelai dengan kualitas yang bagus akar hasil tempenya juga bagus. Sebisa mungkin kedelainya tidak tercampur dengan biji-bijian lain seperti jagung, kacang hijau atau biji-bijian lainnya.
  • Saat pencucian usahakan semua kotoran seperti ranting dan dahan telah dibuang. Hal ini agar tempe yang dihasilkan tidak terdapat kotoran yang dapat mengganggu kualitas tempe.
  • Perhatikan tempat kerja dan peralatan yang digunakan, usahakan semuanya dalam keadaan bersih agar tempe tidak tercemar oleh kontaminan dari luar.
  • Selain menggunakan daun pisang, tempe dapat dibungkus dengan menggunakan plastik. Tetapi hasil yang paling baik adalah jika kita menggunakan daun pisang.
  • Suhu udara yang lebih hangat akan mempercepat proses fementasi sehingga tempe akan lebih cepat jadi.

Nah, itu tadi cara sederhana membuat tempe yang bisa kamu praktekkan di rumah. Jangan cuma dibaca aja ya, tapi dipraktekkan juga. Jangan bilang sulit dulu sebelum mencoba, kayak bikin agar-agar busa tuh, kelihatannya sulit, padahal kalau udah dilakuin nggak sulit-sulit amat kok.

Selamat mencoba membuat tempe kamu sendiri, selain lebih aman karena buatan sendiri, pasti ada rasa bangga juga tuh bisa bikin tempe untuk keluarga atau kerabat dekat. 🙂

Leave a Reply