Cara Membuat Telur Asin yang Masir

Kalau kamu pergi makan ke warteg atau warung makan, biasanya ada telur asin yang dipajang. Telur asin itu bisa kamu pilih sebagai menu makan kamu lho, itu bukan cuma buat pajangan aja.

Nah, sebenernya kenapa sih kok telur yang masih ada kulitnya bisa terasa asin? Apakah hewan yang menghasilkan telur itu makanannya juga yang asin-asin? Atau telurnya kecemplung laut selama beberapa hari sampai akhirnya jadi asin? Hmmmm, ternyata bukan begitu alasan kenapa telur asin bisa jadi asin.

Sebelum kita cari tau kenapa telur asin bisa asin dan bagaimana cara membuat telur asin. Mending kita cari tau tentang telur asin dulu yuk.

Telur asin adalah makanan pendamping, biasa dibilang lauk juga sih, terbuat dari telur bebek (telurnya berwarna hijau). Di Indonesia ada daerah yang oleh-oleh khasnya adalah telur asin, namanya Brebes. Ada ciri-ciri telur asin itu enak atau nggak lho, biasanya yang enak itu memiliki tekstur yang masir. Masir tuh yang kuning telurnya berasa ada tekstur seperti pasir yang tidak menggumpal.

Nah, langsung aja yuk kita lihat bagaimana cara membuat telur asin.

Cara Membuat Telur Asin

Ada dua cara berbeda membuat telur asin. Kamu bisa memilih antara dua cara tersebut yang kamu rasa paling mudah untuk dilakukan.

1. Menggunakan Larutan garam

Cara yang pertama ini sering juga disebut dengan cara basah karena telur direndam dalam larutan garam.

Bahan
  • 10-30 butir telur bebek, usahakan yang usianya 1-2 hari
  • 500 gram garam dapur, bisa juga menggunakan garam kotak atau garam krosok
  • 2 liter air bersih
Cara Membuat
  1. Rendam telur dalam wadah berisi air, jika ada yang mengapung atau melayang buanglah telur itu. Telur yang melayang merupakan tanda bahwa telur tidak layak untuk digunakan membuat telur asin.
  2. Bersihkan telur dengan menggosoknya, selain untuk membersihkan, menggosok telur juga akan membuka pori-pori telur.
  3. Setelah bersih, sisihkan telur ke dalam sebuah wadah
  4. Setelah itu, buat larutan perendam. Campur garam dan air yang sudah disiapkan.
  5. Tuang larutan garam kedalam wadah yang digunakan untuk menampung telur yang sudah dibersihkan. Pastikan telur terendam semua secara sempurna.
  6. Diamkan telur yang direndam air garam tadi selama kurang lebih 12 hari. Ada beberapa orang yang melakukan perendaman sampai tiga minggu agar telur lebih awet. Jangan lupa, tutup wadah selama masa penyimpanan.
  7. Setelah itu telur siap untuk direbus atau panggang. Setelah matang telur asin siap untuk disajikan.

2. Menggunakan Pasta Garam

Pembuatan telur asin dengan lumpur pasta

endyndyindy.blogspot.com

Cara yang kedua ini biasa disebut juga dengan cara kering karena menggunakan pasta yang dibuat dari campuran abu gosok, bubuk bata merah, lumpur, dan garam.

Bahan
  • 10 butir telur bebek
  • 200 gram abu gosok
  • 800 gram bubuk bata merah
  • 1 kg lumpur
  • 900 gram garam dapur
  • Air bersih secukupnya
Alat
  • 1 buah ember plastik
  • 1 buah kuali tanah
  • 1 buah tampah
  • 1 buah alat pengaduk
  • Wadah untuk menyimpan telur
Cara Membuat
  1. Cuci telur dengan cara digosok sampai kotoran hilang dan telur menjadi bersih.
  2. Buat adonan pasta, campur lumpur dan garam dengan perbandingan 4:1. Atau bisa juga menggunakan bubuk bata merah, abu gosok dan garam dengan perbandingan 2:2:3, tambahkan sedikit air agar menyerupai pasta.
  3. Bungkus telur menggunakan adonan yang telah dibuat, ketebalannya kira-kira 1 cm.
  4. Bungkus lagi telur dengan plastik agar adonan pasta tidak mudah lepas.
  5. Masukkan telur ke dalam kuali tanah dan simpan selama kurang lebih 15 hari.
  6. Setelah 15 hari, bersihkan telur dari adonan pasta.
  7. Rebus telur sampai matang.
  8. Telur asin siap disajikan.

Nah, itu tadi cara membuat telur asin yang cukup sederhana. Kamu bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas, ada beberapa tips dan trik yang bisa kamu lakukan.

Tips dan Trik

  1. Gunakan selalu telur dengan kualitas yang baik agar hasil telur yang didapatkan juga baik. Ciri telur yang berkualitas baik adalah warna kuning telurnya kemerahan dan tidak berbau amis setelah menjadi telur asin.
  2. Cek selalu telur yang akan digunakan dengan cara memasukkannya ke dalam wadah berisi air. Jika telur tenggelam, maka layak untuk digunakan, jika melayang atau terapung, lebih baik jangan digunakan.
  3. Cek juga kondisi telur, apakah ada retakan pada kulit atau tidak.
  4. Saat membersihkan telur, usahakan semua kotoran yang menempel hilang. Bisa juga kulitnya diamplas agar pori-porinya terbuka.
  5. Jika menggunakan cara basah (cara nomor satu), gunakanlah air yang dingin (suhu biasa).

Leave a Reply