Proses Penyamakan Kulit (Tanning)

Penyamakan Kulit – Apakah kamu mengetahui bagaimana proses sampai sebuah kulit binatang itu bisa digunakan untuk pembuatan leather goods?

Penyamakan adalah proses pengolahan untuk mengubah kulit mentah menjadi kulit tersamak. Proses ini fungsinya untuk mengubah kulit mentah yang mudah rusak menjadi kulit yang stabil. Kulit hasil penyamakan biasanya disebut dengan kulit tersamak atau leather.

Kulit yang sudah disamak akan memiliki sifat yang berbeda dari kulit mentah. Mulai dari sifat fisiknya maupun sifat kimiana. Kulit mentah akan mudah busuk walapun dalam keadaan kering, kaku, dan keras. Berbeda dengan kulit samak yang memiliki sifat sebaliknya.

Jenis Penyamakan Kulit

Proses Penyamakan Kulit
volcrock.com

Penyamakan ini ada beberapa macam, dan semuanya memiliki perbedaan.

1. Penyamakan Nabati

Janis ini menggunakan bahan nabati atau bahan dari alam dalam prosesnya. Bahan penyamak diambil dari tumbuhan yang kandungannya bisa untuk menyamak kulit.

2. Penyamakan Krom

Penyamakan krom menggunakan krom sulfat basa sebagai bahan penyamak. Kulit yang dihasilkan dengan metode ini akan menghasilkan sifat bahan yang kuat, lemas, tapi kurang berisi.

3. Penyamakan Kombinasi

Metode penyamakan ini menggunaan kombinasi dua atau lebih bahan penyamak. Tujuannya tentu saja untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan dari masing-masing bahan penyamak.

4. Penyamakan Sintetis

Teknik penyamakan jenis ini sebenarnya tidak jauh berbeda degan penyamakan nabati. Hanya saja, penyamakan sintetis menggunakan bahan sintetis, organic polyacid yang dapat digunakan untuk menyamak.

Tahapan Penyamakan

Peregangan Kulit
decoist.com

Setelah mengetahui beberapa metode atau jenis menyamak, sekarang kita masuk ke tahapan penyamakan. Ada tiga tahapan pokok dalam industri penyamakan.

1. Pengerjaan Basah (Beamhouse)

Tahapan ini biasa disebut sebagai pretanning. Ada beberapa proses pada tahapan ini, yaitu perendaman (soaking), pengapuran (liming), pembuangan kapur (deliming), baitsen (bating), dan pengasaman (pickling).

2. Penyamakan (Tanning)

Kulit dari tahapan beamhouse, selanjutnya direndam pada bahan penyamak. Nah, pada tahapan inilah yang terdiri dari empat jenis penyamakan (nabati, krom, kombinasi, dan sintetis).

3. Penyelesaian Akhir (Finishing)

Tahapan akhir ini terdiri dari beberapa proses, pengetaman (shaving), pemucatan (bleaching), penetralan (neutralizing), pengecatan dasar, peminyakan (fat liquoring), penggemukan (oiling), pengeringan, pelembaban, dan perenggangan.

Cara Menyamak Kulit

Kulit Sapi Samak
libertyleathergoods.com

Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjabaran dari proses penyamakan.

1. Pretanning

Tahapan pertama ini tujuannya adalah untuk mengawetkan kulit mentah agar bisa bertahan sampai proses penyamakan dilakukan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa proses dalam tahap pretanning ini. Berikut ini tujuan dari proses-proses di tahapan ini.

  • Perendaman – Tujuannya untuk mengubah kondisi kulit, yang awalnya kering, menjadi lunak dan lemas.
  • Pengapuran – Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan kulit epidermis, bulu, lemak, dan kelenjar keringat. Selain itu juga untuk menghilangkan zat yang tidak diperlukan serta memudahkan pelepasan subcutis.
  • Pembuangan Kapur – Bertujuan untuk menghilangkan kapur pada kulit dari proses sebelumnya. Proses ini diperlukan karena penyamakan dilakukan dalam kondisi asam.
  • Bating – Proses ini dilakukan untuk menghilangkan zat-zat non kolagen.
  • Pengasaman – Tujuan dari proses ini untuk membuat kulit menjadi asam, pH-nya sekitar 3-3,5. Proses ini dilakukan agar kulit tidak menjadi bengkak ketika bereaksi dengan bahan penyamak.

2. Tanning

Tahapan penyamakan atau tanning ini disesuaikan dengan jenis kulit binatang yang digunakan. Ada 2 jenis kulit, hide untuk binatang besar seperti sapi, kerbau, kuda, dan hewan besar lain. Dan skin, kulit dari domba, kambing, ular, reptil, dan hewan lainnya.

Selain bahan kulit, jenis bahan penyamak juga akan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Misalnya seperti penyamak nabati, kulit yang dihasilkan akan memiliki warna kemerahan atau coklat muda. Kulit yang disamak dengan metode penyamakan nabati memiliki sifat agak kaku dan empuk, tetapi kulit kurang tahan panas.

Umumnya, penyamakan mirenal menggunakan krom, hasil kulitnya akan menjadi lebih lembut (lemes). Kulit yang disamak dengan penyamakan krom juga lebih tahan panas.

3. Finishing

Setelah disamak, ada beberapa proses seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Berikut ini penjelasan dari masing-masing proses yang dilakukan.

  • Pengetaman – Proses ini akan membuat kulit memiliki ketebalan yang diinginkan dan seragam.
  • Pemucatan – Tujuannya untuk menghilangkan flek-flek besi, menguatkan ikatan antara bahan penyamak dan kulit, serta menurunkan pH.
  • Penetralan – Dilakukan pada penyamakan krom. Karena, kulit yang dihasilkan dari penyamakan krom keasamannya tinggi, jadi perlu dinetralkan agar proses selanjutnya tidak terganggu.
  • Pengecatan Dasar – Tujuannya adalah agar pemakaian cat tutup tidak tebal.
  • Peminyakan – Bertujuan untuk melumasi serat kulit agar lebih tahan terhadap tarikan dan getaran, Selain itu juga untuk menjaga agar kulit tidak lengket satu dan lain, serta membuat kulit lebih tahan air.
  • Penggemukan – Proses ini bertujuan agar bahan penyamak tidak keluar ke permukaan kulit sebelum kering.
  • Pengeringan – Proses ini dilakukan untuk kulit atas, tujuannya untuk menghentikan proses kimiawi di dalam kulit. Sebelum pengeringan, biasanya kulit akan diperas airnya menggunakan tangan atau mesin.
  • Pelembaban – Kalau proses ini dilakukan pada kulit bawahan, tujuannya agar kulit mudah menyesuaikan kondisi udara di sekitarnya.
  • Peregangan – Berfungsi untuk membuat kulit meregang (mulur) secara maksimal. Agar, ketika menjadi barang, kulit tidak meregang lagi.

Alat dan Mesin yang Digunakan

Saat melakukan penyamakan, tentu kita memerlukan beberap alat.

  • Timbangan – Fungsinya tentu untuk menimbang kulit dan bahan kimia yang akan dipakai.
  • Pisau Seset – Dikenal juga dengan pisau fleshing, digunakan untuk menghilangkan daging yang masih menempel pada kulit.
  • Papan Kuda-kuda – Dipakai untuk menggantung atau meniriskan kulit setelah penyamakan.
  • Papan Pentang – Digunakan untuk membentangkan kulit agar menjadi lebih lemas dan luas permukaannya maksimal.
  • Mesin Amplas – Fungsinya untuk meratakan kulit bagian dalam, sehingga kulit akan jadi lebih tipis dan lemas.
  • Meja dan Papan Staking – Kegunaannya adalah untuk menghaluskan dan melemaskan kulit yang pengerjaannya secara manual.
  • Drum Milling – Digunakan untuk menghaluskan dan melemaskan kulit yang sudah disamak.
  • Drum Putar – Disebut juga tanning drum, digunakan saat proses perendaman, pencucian, dan proses lain yang memakai air serta bahan kimia.

Selain alat di atas, kita juga menggunakan alat lain seperti ember, spraying, corong plastik, gunting, selang air, pisau, dan juga kertas pH.

Proses penyamakan ini cukup panjang, kamu bisa mencari jurnal atau makalah yang membahas tentang hal ini. Banyak kok kalau mau mencari, mulai dari penyamakan industri rumahan sampai skala pabrik. Selain itu, kamu juga bisa menemukan referensi tentang penyamakan kulit yang lain, misalnya saja ikan pari.

Setelah kulit disamak, barulah bisa diolah oleh pengrajin kulit menjadi berbagai kerajinan yang bagus-bagus.

Leave a Reply