Perjalanan Menuju Negeri Seberang

Sebelumnya sudah saya ceritakan awal terbentuknya kelompok KKN di Mengabdi Untuk Negeri. Nah, sekarang kelanjutan dari kisah itu ya, tentang perjalanan dari Jogja kota tercinta menuju ke tempat nan jauh di sana.

Malam itu kami ber 24 berkumpul di Grha Sabha Pramana. Lho, kok cuma 24 orang aja? Padahal anggota kelompok KKN kan ada 25 orang. Seorang lagi langsung menuju ke Sidoarjo, besok pagi ketemu di bandara.

Tim KKN Unit 81 (yang cowok aja, itupun gak semua)

Sebelum keberangkatan menuju Sidoarjo

Berangkat Menuju Sidoarjo

Waktu menunjukkan pukul 21:00 WIB, bus yang akan mengangkut kami menuju Sidoarjo pun sudah tiba. Saya beserta kawan-kawan mengemas barang untuk dimasukkan ke dalam bus. Setelah barang masuk semua barulah tim KKN naik dan bus berangkat.

Sebetulnya saya agak ngeri berangkat dengan menggunakan bus. Karena sering terdengar berita kecelakaan bus, dan yang saya tumpangi merupakan bus dengan rumor yang kurang baik, haduh. Awal keberangkatan aja udah ngeri duluan, apa lagi nanti kalau sudah di perjalanan. Kalau udah kayak gini tinggal tawakal aja sama Allah. Usaha udah dilakukan, doa sudah dipanjatkan, ya tinggal pasarah deh, pasrah yang sepasrah-pasrahnya.

Benar saja, diperjalanan malam itu, bus melaju dengan ugal-ugalan. Bahkan, teman saya yang duduk di bangku paling depan untuk menemani supir (niatnya biar gak ngebut-ngebutan gitu), bercerita kalau sering terlontar ucapan yang kurang pantas. Ya namanya juga hidup di jalanan, tapi semoga kebiasaan seperti itu bisa dihilangkan, termasuk saya pribadi juga, hehe.

Tim KKN Unit 81 (yang cewek aja)

Waktu berkumpul di Grha Sabha Pramana

Pertama Kali Naik Pesawat

Saat jam menunjukkan kurang lebih pukul 05.00, kami turun dari bus untuk segera masuk ke bandara. Setelah buru-buru cek-in lalu kami bergegas naik ke dalam pesawat. Pengalaman pertama naik pesawat nih, rasanya tuuuh, biasa aja, gak ada yang spesial.

Selepas pesawat take-off, penumpang yang lain mulai fokus pada kesibukannya masing-masing. Saya yang baru pertama kali naik pesawat agak deg-degan sebenarnya. Teman-teman sudah mulai memakan bekal yang sebelumnya dibawakan oleh orang tua salah seorang anggota kelompok. Saya gak tega makan di dalam pesawat, agak aneh aja rasanya. Dengan jarak bangku yang sempit, menjadikan saya sulit untuk bergerak, mau makan jadi gak nyaman.

Bandara Pattimura

Bandara Internasional  Pattimura

Salah satu sudut bandara Pattimura

Setelah kurang lebih empat jam perjalanan dari waktu Indonesia barat menuju waktu Indonesia timur, kami sampai juga di kota Ambon, kota manise. Dengan perut yang lapar, saya dan beberapa teman akhirnya makan bekal yang di bawa dari Sidoarjo. Makannya pun dengan lesehan di dalam bandara. Ya mau gimana lagi, udah ada bekal yang di bawa dan perut kelaperan ya langsung aja sikat.

Sewaktu menunggu jemputan dari kawan yang ada di Ambon. Salah seorang tim KKN salah mengambil tas. Ternyata tas yang ditentengnya bukanlah miliknya. Dia mengira kalau tas itu milik salah satu dari kelompok, tapi ternyata bukan. Akhirnya tas itu dikembalikan kepada pihak bandara untuk bisa segera dicari pemiliknya.

Tidak berapa lama bus jemputan pun datang, kami bergegas berangkat menuju tempat menginap sementara. Ya, tempat menginap sementara,, karena tujuan yang sebenarnya adalah pulau di seberang Ambon. Pulau Saparua namanya, Negeri Siri Sori Islam tepatnya kami akan bermukim selama kurang lebih dua bulan.

Selama di Ambon, kami menginap di rumah salah satu orang asli Siri Sori yang sekarang tinggal di Ambon. Semua kemudahan dalam perjalanan kami berkat ketua kelompok KKN yang juga merupakan keturunan dari Negeri Siri Sori Islam.

Sekian dulu ya ceritanya, masih belum selesai nih, besok kita sambung lagi. Oia, ini ada video keberangkatan kami, silahkan ditonton.

Baca kelanjutannya di Pengabdian Dimulai

2 Comments

  1. elly May 4, 2015
  2. masFikr May 4, 2015

Leave a Reply