Pengabdian Dimulai

Ini adalah kisah kelanjutan dari cerita terdahulu yang berjudul “Perjalanan Menuju Negeri Seberang“.

Setelah kemarin saya menceritakan perjalanan dari Yogyakarta menuju ke kota Ambon. Sekarang saya akan bercerita tentang kehidupan kami, Tim KKN Unit 81 di Desa Siri Sori Islam.

Keberangkatan Dari Pelabuhan

Pagi itu Langit agak mendung ketika perjalanan menuju pelabuhan. “Semoga laut kali ini tenang, kalau ada ombak pun semoga tidak yang besar.” kataku dalam hati.

Setelah menanti beberapa menit, kapal cepat yang dinanti telah tiba. Kami pun segera bergegas mengemasi barang untuk dibawa ke atas kapal. Ramai sekali keadaan saat itu, kursi terisi penuh. Kami juga harus mengandalkan kenalan dari Bapak Raja untuk mencarikan tempat di dalam kapal.

Suasana di dalam kapal sudah penuh sesak. Sampai-sampai ada yang berada di atas kapal karena tidak kebagian tempat duduk. Nah, setelah semua penumpang masuk, kapal pun segera berangkat menuju pulau Saparua. Pulau kecil yang letaknya tak jauh dari Ambon.

Dalam perjalanan, ombak lautnya cukup keras. Kapal tak bisa melaju dengan kencang. Beberapa teman ada yang naik ke atas kapal untuk melihat pemandangan sembari menikmati semilir angin laut yang bertiup kencang.

Setelah beberapa menit, kalau tidak salah sekitar 60 menit, kapal akhirnya sampai di pelabuhan tujuan. Kami menurunkan barang-barang dari kapal. Mobil jemputan pun sudah menunggu kami, tiga mobil angkot digunakan untuk menuju ke Siri Sori Islam.

Disambut Dengan Hangat

Sesampainya di rumah Bapak Raja, kami disambut dengan sangat hangat. Oh iya, Bapak Raja merupakan Kepala Desa Negeri Siri Sori Islam. Kami dipersilakan masuk untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Saking banyaknya, saya sampai lupa ada makanan apa saja. Tapi yang paling ingat yaitu hidangan utamanya, soto. Ya, soto, ternyata makan siang kami adalah soto. Saya kira kami akan disuguhi dengan makanan yang dari sagu itu. Apa ya namanya? Kalau tidak salah namanya papeda.

Kami tidak menyangka akan disambut dengan hangat seperti itu. Sungguh pertemuan pertama yang tidak dapat dilupakan. Mulai dari keramahannya, memuliakan tamu, dan tentu saja sotonya yang maknyus, hehe.

Setelah makan, kami pun ngobrol dengan Bapak Raja. Dari obrolan dengan beliau, saya baru tahu ternyata istri Bapak Raja itu asalnya dari Jawa. Di situ saya tau, bahwa soto tadi berasal dari mana, hoho. Selain bertemu dengan Bapak Raja, kami juga berjumpa dengan beberapa warga Negeri Siri Sori Islam.

Masalah tempat untuk kami menginap ternyata juga sudah di bahas antara koordinator unit 81 dengan pengurus Negeri. Perempuan akan tinggal di rumah samping rumah Bapak Raja, yang biasanya digunakan ketika ada tamu yang menginap. Sedangkan yang laki-laki di bagi menjadi dua tempat, satu tempat di rumah warga yang ada penghuninya. Tempat yang lain merupakan rumah kosong, tetapi ada yang merawat rumah tersebut. Saya menmpati rumah yang ada bapak kosnya (biar keren dipanggil bapak kos), bersama empat kawan lainnya. Yang lainnya berada di rumah tak berpenghuni, belakangan kami menyebutnya rumah belah duren, hha, karena disana sering sekali makan duren, hiks.

Foto bersama Bapak Raja Negeri Siri Sori Islam, Tapi kurang satu orang, Nuruz yang motoin soalnya :3

Foto bersama Bapak Raja Negeri Siri Sori Islam, Tapi kurang satu orang, Nuruz yang motoin soalnya :3

Tim KKN Unit 81

Oh iya, sampai lupa, tim KKN Unit 81 ini beranggotakan 25 orang. Saya perkenalkan satu-satu ya, biar semua pada kenal juga gitu. Pertama adalah koordinator unit atau biasa disebut kormanit, dia bernama Jamal. Jamal dari Fakultas Biologi, bapaknya merupakan keturunan dari Siri Sori Islam. Jadi waktu KKN ini dia juga nostalgia sambil menyambung lagi silaturahim.

Unit 81 di bagi menjadi tiga sub unit, sub unit pertama dikoordiatori oleh Nuruz dari Fakultas Teknik. Sub unit kedua koordinatornya adalah Menuk (nama aslinya Agustina) dari Fakultas Pertanian, dan Sub unit terakhir saya ditunjuk menjadi koordinatornya.

Baru disebutin empat orang nih dari tim KKN ini, masih ada 21 lagi. Ada mas dan mbak dari Fakultas Kedokteran Hewan, mas Fran, mbak Uly, mbak Arum, mbak Indah dan mbak Diah. Dari Fakultas Pertanian ada tiga orang lagi, tepatnya Jurusan Perikanan, Aziz, Ida, dan Tya. Dari Fakultas Biologi juga masih ada, Yuyung dan Shinta. Mas dan mbak dari Fakultas Kehutanan ada mas Chandra, mbak Wulan, dan mbak Muti. Adit merupakan teman dari Nuruz, sama-sama Fakultas Teknik. Dari Psikologi ada Darmawan dan Bety. Fakultas Hukum nggak mau ketinggalan, ada Tony. Dari kesehatan yang cuma sendirian ada mbak Garna, Fakultas Farmasi. Ada juga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, mas Agis. Dan teman dari satu fakultas dengan saya, Fakultas Teknologi Pertanian, Aryo dan Puji (panggilannya sih Inem).

Kayaknya segitu dulu deh, besok saya sambung lagi perjalanan ini ya, terimakasih ^^

Leave a Reply