Memantaskan Diri untuk Mendapatkan yang Dicari

 

Tentu, kamu yang sedang dimabuk cinta akan tahu bagaimana rasanya cinta itu. Ya, cinta itu nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kalaupun ada yang mencoba, pastilah definisi cinta itu tidak bisa dijelaskan dengan sempurna.

Cinta

Cinta, begitu besar anugerah ini jika diberikan kepada umat manusia. Ketika cinta hadir dalam jiwa, hilanglah segala murka. Tak ada lagi yang saling mencela, bahkan akan saling merangkul dan menjaga.

Cinta, bukanlah sebuah kata yang bisa kita cerna. Karena cinta itu adalah hadiah dari Sang Kuasa. Untuk menjadikan kita makhluk yang bahagia.

Walaupun ada juga orang yang merana karena cinta, namun itu pasti karena ulahnya. Mengotori cinta yang suci dan berharga. Bukan itu sebenarnya cinta, sungguh bukan itu cinta.

Realita Anak Muda

Sekarang, banyak sekali anak muda yang mengumbar kemesraan di depan umum. Ketika ditanya, mereka berdalih, “Kami ini saling mencinta!” kalau sudah seperti itu kita mau apa? Cuma bisa menahan jengkel di dalam dada. Sungguh, sebenarnya mereka tidak tahu apa itu cinta.

Cinta Ibu Kepada Kita

Cinta paling sempurna antara manusia tentulah cinta yang dicurahkan segenap rasa oleh seorang Ibu. Cinta yang tulus tak mengharapkan balasan apapun. Cinta yang sempurna, tanpa batas yang menyekatknya.

Salahkah Mencinta?

Lalu, apakah kita salah jika mencinta?

Tidak, sungguh kita tidak salah ketika mencinta. Cinta itu fitrah, susah sepatutnya hal itu ada dalam diri manusia. Yang salah itu adalah bagaimana mengekspresikan cinta.

Cerita anak muda tadi, itulah ekspresi cinta yang salah. Bukankah cinta itu akan lebih indah ketika sudah dalam ikatan yang sah?

Ya, tentu saja, ketika sudah menjadi satu dalam ikatan yang sah, maka cinta akan lebih merekah. Tak takut hati ini dilanda cinta karena sudah aja dia di samping kita.

Jika Kamu Baik, Tentu Akan Dapat yang Baik

Lalu, bagaimana jika kita sudah ada rasa cinta tapi tak kunjung bisa melamar sang pujaan hati? Tenang, tenangkan dulu hatimu dan pikiranmu. Perlu kejernihan pikiran dan ketenangan jiwa untuk masalah seperti ini.

Untuk kamu yang memang masih belum bisa melamar pujaan hati, janganlah bersedih hati. Ingatkah kamu pesan yang tertulis di dalam Quran? Di sana tertulis bahwa laki-laki yang baik itu untuk wanita yang baik, begitu juga sebaliknya, wanita yang baik untuk laki-laki yang baik.

Pegang selalu pesan itu di dalam dirimu, jangan sampai kamu melupakannya. Karena kamu akan percaya, ketika diri ini baik, pastilah baik pula pasangan kita nantinya.

Memantaskan diri itu ada banyak caranya, bisa dengan mempelajari ilmu agama, ubah kebiasaan yang tak seharusnya ada, atau lakukan kebaikan dimanapun kamu berada. Intinya itu bagaimana caranya agar diri ini jadi lebih baik lagi.

Cari Pasangan yang Baik

Setelah kamu berproses dengan memantaskan diri, carilah pasangan yang baik juga. Jangan mencari pasangan di diskotik atau tempat hiburan malam. Kamu tentu tidak akan mendapatkannya.

Carilah di majelis-majelis ilmu, atau mintalah kawan atau orang tua untuk mencarikan yang terbaik untuk dijadikan jodohmu nanti. Mereka pasti dengan senang hati akan mencarikannya. Tapi, pilihlah teman yang baik juga perangainya, agar kamu dicarikan juga orang yang baik.

Sambil berproses menjadi baik dan mencari sang pujaan hati, jangan tinggalkan doa. Usaha tanpa doa itu akan sia-sia belaka. Kalau kamu seorang hamba, tentulah kamu akan berdoa.

Berdoa itu sebagai salah satu perwujudan kita menghamba pada Allah semata. Jika tidak berdoa, alangkah sombongnya diri kita ini yang tidak ada apa-apanya.

Buatlah cinta itu sempurna, yang walaupun hadir ketika belum waktunya, kamu sudah bisa mengendalikannya. Jaga rasa cinta itu, sampai akhirnya waktu yang akan menjawabnya.

 

Leave a Reply