Inilah Pola Makan yang Baik Seperti Ajaran Rasulullah

Kita tentu mengenal suri tauladan untuk umat Islam. Seperti dalam surat Al-Ahzab ayat 21, Allah berfirman, “Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Aktivitas dan pola hidup Rasulullah sudah dirancang oleh Allah sebagai tauladan buat kita semua umat manusia. Tauladan yang dapat dicontoh itu mencakup semua aspek kehidupan, termasuk di dalamnya adalah pola makan. Makan pun ternyata ada aturannya, biar tubuh kita menjadi sehat.

Kita tentu tahu bahwa kesehatan itu tak ternilai harganya. Coba kalau nikmat kesehatan dicabut sama Allah, pasti kita rela tuh ngeluarin biaya berapa pun biar bisa sehat lagi. Sayangnya, cuma sedikit orang yang peduli sama nikmat sehat yang telah Allah berikan.

Nah, karena itulah Allah memberikan contoh kepada kita berupa perilaku-perilaku Rasulullah dalam hal pola makan yang baik agar tubuh menjadi sehat, berkah dan apa yang dilakukan menjadi amal.

Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits, “Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412).

Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah bersabda, “Nikmat yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah ketika dikatakan kepadanya, “Bukankah Aku telah menyehatkan badanmu serta memberimu minum dengan air yang menyegarkan?” (HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani).

Kalau dilihat-lihat, masalah makan ini tampakna hal yang sepele. Namun, ternyata dengan pola makan yang dicontohkan oleh Rasulullah terbukti badan menjadi sehat dan kuat.

Seperti sebuah kisah, ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah. Selama setahun dokter itu kesulitan menemukan orang yang sakit. Lalu dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah tentang rahasia kaum muslimin yang jarang sakit. Kemudian Rasulullah menjawab, “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”. Waah, ini nih ajaran yang kelihatannya mudah tapi sulit untuk dilakukan.

Pola makan biasanya dikaitkan dengan pengobatan, makanan yang kita makan merupakan penentu dari proses metabolisme yang terjadi pada tubuh kita. Kita sudah sering mendengar sebuah kalimat yang lumayan terkenal, “mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Nah, dengan mencontoh pola makan yang diajarkan Rasulullah, sebenernya kita udah menjalani terapi pencegahan penyakit lho.

Kan mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi dari pada kita keluar biaya untuk beli obat, mending kita jaga aja pola makan kita agar terhindar dari penyakit. Pola makannya tentu saja seperti pola makan yang diajarkan oleh Rasulullah.

1. Pagi Hari

Rasulullah menjaga kesehatan mulut dan giginya dengan siwak (semacam batang kecil yang berfungsi seperti sikat gigi). Mulut merupakan salah satu organ yang sangat berperan dalam proses makan kita. Kalau mulut dan gigi sakit, biasanya jadi nggak enak kalau waktu makan. Kayak waktu sariawan atau sakit gigi misalnya, kan nafsu makan jadi hilang tuh.

2. Masih Pagi Hari

Sarapannya Rasulullah itu dengan segelas air dingin yang dicampur dengan satu sendok madu asli. Dalam Al Qur’an terdapat ayat yang menjelaskan bahwa madu itu adalah obat. Kalau ditinjau dari imu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus dan menyembuhkan sembelit, wasir serta peradangan.

3. Waktu Dhuha

Rasulullah selalu mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ yang sudah majang. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hadits tersebut terbuki ketika ada seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah. Hal itu terjadi pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah dapat dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma ajwa’.  Tetapi ada seorang sahabat yang ikut makan bersama Rasulullah meninggal.

4. Menjelang Sore Hari

Makanan yang biasa dikonsumsi Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan roti sebagai sumber karbohidrat dan merupakan makanan pokok. Ada beberapa manfaat diantaranya adalah melancarkan sembelit, mencegah lemah tulang, menurunkan kadar kolesterol, mencegah pikun dan melancarkan pencernaan.

“Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

5. Malam Hari

Makaan utama Rasulullah pada malam hari adalah sayur-sayuran. Ada beberapa riwayat yang menjeaskan bahwa Rasulullah selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir sana al makki dan sanut itu mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin kita nggak tau itu sebenernya apa ya.Tapi Prof. Dr. Musthofa menjelaskan bahwa keduanya adalah sayur-sayuran.

6. Setelah Makan

Rasulullah, setelah makan malam tidak langsung tidur. Beliau melakukan aktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi dapat masuk ke lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah mengerjakan shalat.

7. Makanan yang Disukai

Rasulullah menyukai beberapa makanan, tetapi beliau tidak rutin mengonsumsinya. Contohnya adalah tsarid yaitu campuran roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, buah anggur dan hilbah (susu).

Ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah memakan qitsa dengan kurma yang baru masak. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a. Qitsa adalah buah-buahan yang mirip dengan mentimun tetapi ukurannya lebih besar.

8. Olah Raga

Rasulullah sering menyempatkan untuk olahraga, kadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan Aisyah, istri tercintanya.

9. Begadang Jangan Begadang

Kayak lagunya bang Roma, Rasulullah tidak menganjurkan kita untuk begadang. Beliau tidak suka ngobrol dan makan sesudah waktu isya. Biasanya Rasulullah tidur lebih awal biar bangunnya juga lebih cepat.

10. Waktu Biologis Tubuh

Pola makan yang diajarkan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan waktu biologi tubuh kita. Inilah yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining.

Selain pola makan, ternyata ada beberapa anjuran yang sebaiknya kita lakukan. Yaitu dengan tidak mengombinasikan beberapa makanan secara bersamaan. Seperti jangan minum susu sama makan daging, jangan makan ikan sama telur, jangan makan ikan pakai daun salad, jangan minum susu dicampur cuka, jangan makan buah bersama dengan minum susu.

Nah, itu tadi kebiasaan yang diajarkan oleh Rasulullah, agar kita dapat mengamalkannya dan tubuh kita menjadi sehat dan bugar.

One Response

  1. Fruslanz-di May 22, 2015

Leave a Reply