Gerhana Bulan, Fenomena Alam Indah yang Jarang Terjadi

Gerhana Bulan – Sebenarnya apa sih pengertian gerhana bulan itu? Terus, bagaimana proses terjadinya sampai bisa gerhana? Mungkin kamu ada yang bertanya-tanya tentang hal tersebut.

Memang, alam ini masih penuh misteri dan sangat menarik untuk kita teliti dan selidiki. Masih banyak keunikan yang bisa kita dapatkan jika melakukan penelitian tentang dunia ini. Salah satunya tentu saja gerhana bulan, pasti kamu juga penasaran kan?

Gerhana bulan merupakan salah satu peristiwa alam yang langka. Kita nggak bisa terus-terusan melihat kejian ini. Bahkan, seumur hidup bisa jadi kita cuma bisa melihat beberapa kali saja. Ya, seperti gerhana matahari yang juga sangat jarang terjadi.

Berikut ini kita akan sedikit mengenal tentang pengertian, jenis, proses, akibat, posisi bulan, dan berbagai macam informasi tentang gerhana bulan.

Apa Itu Gerhana Bulan?

Gerhana bulan adalah fenomena alam yang terjadi karena bulan, bumi, dan juga matahari tepat berada dalam satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau seluruh permukaan bulan tertutup bumi. Sehingga, cahaya matahari tidak dapat dipantulkan bulan ke bumi karena terhalang bumi.

Dengan terhalangnya cahaya matahari, bagian bumi yang tidak menghadap matahari akan menjadi gelap tanpa adanya sinar bulan dari pantulan cahaya matahari.

Jenis Gerhana Bulan

Gerhana bulan itu tidak hanya satu macam saja, ada beberapa jenis tergantung dengan posisi bulan terhadap bumi dan matahari.

1. Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total

astro-event.blogspot.com

Gerhana bulan total adalah jenis gerhana yang posisi bulan berada di tengah umbra. Nah, umbra adalah bayangan inti, yaitu sebuah bayangan yang posisinya tepat di tengah bayangan gelap ketika terjadi gerhana bulan.

Gerhana bulan total ada dua tipe, yaitu gerhana bulan total negatif dan positif. Gerhana bulan negatif terjadi jika posisi buan berada di atas NTT, sehingga warnanya berubah menjadi merah tetapi tidak merata. Sedangkan gerhana bulan positif terjadi jika sudah melalui titip umbra, sehingga warnanya jadi merah merata.

2. Gerhana Bulan Parsial atau Sebagian

Gerhana bulan parsial

uzone.id

Gerhana bulan sebagian atau separuh adalah jenis gerhana bulan yang hanya sebagian daerah dari bulan yang masuk ke dalam umbra dan sebagian lainnya ada di bayangan penumbra saat mencapai fase maksimum.

Fenomena ini akan menyebabkan cahaya matahari yang sampai ke bumi hanya sebagian saja, sehingga kita hanya bisa melihat bulan yang sebagian saja.

3. Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana bulan penumbra

acehbisnis.co

Gerhana bulan penumbra merupakan gerhana yang terjadi ketika posisi bulan berada di area penumbra. Gerhana jenis ini akan membuat bulan terlihat berwarna suram. Jenis gerhana bulan penumbra ini dibagi menjadi dua, yaitu gerhana penumbra total dan gerhana penumbra sebagian.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Proses gerhana bulan

gulangguling.com

Untuk bisa terjadi gerhana bulan, ada beberapa proses sampai masuk ke tahapan sempurna. Biasanya, para peneliti dan ahli akan mempelajari bagaimana sih tahapan terjadinya gerhana tersebut yang hanya berlangsung sebentar saja.

Gerhana bulan akan muncul jika bulan dan matahari saling beroposisi. Tetapi, tidak semua oposisi antara bulan dan matahari mengakibatkan gerhana bulan. Hal ini karena bulan memiliki bidang orbit yang miring sekitar 5 derajat terhadap bidang ekliptika.

Untuk dapat memahami proses terjadinya gerhana bulan ini sangat mudah lho. Kita bisa melihat titik perpotongan antara bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika. Perpotongan tersebut akan menghasilkan titik yang dikenal sebagai “node”.

Nah, gerhana bulan terjadi ketika bulan beroposisi dengan matahari terhadap node. Posisi tepatnya berada di 16,5 derajat dari node (letaknya bisa di timur atau barat).

Posisi Bulan Saat Gerhana Terjadi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gerhana bulan merupakan fenomena alam yang terjadi ketika bulan, bumi, dan matahari saling beroposisi. Posisi bulan saat terjadi gerhana ini ada beberapa macam, tergantung dari gerhana apa yang terjadi.

Menurut penelitian yang sudah dilakukan tentang gerhana bulan, diketahui berberapa daerah bayangan bumi berdasarkan garis singgung antara matahari dan bumi. Daerah itu yang kita kenal dengan umbra dan penumbra.

Saat yang terjadi adalah gerhana bulan total, maka bulan akan berada di tengah bayangan bumi bagian umbra. Saat bulan hanya sebagian saja yang berada di umbra, maka yang terjadi adalah gerhana bulan parsial.

Jika bulan berada di daerah bayangan bumi pada bagian penumbra, maka akan terjadi gerhana penumbra. Waktu terjadinya gerhana-gerhana tersebut pun berbeda-beda. Tetapi, semuanya memiliki waktu yang lebih lama dari gerhana matahari, yaitu selama beberapa jam.

Dampak Gerhana Bulan dan Akibatnya

Jika terjadi gerhana, baik itu matahari ataupun bulan, ternyata ada dampak bagi fenomena alam di bumi. Berikut ini ada beberapa dampak ketika gerhana bulan terjadi.

1. Penurunan Suhu Udara

Tidak semua gerhana bulan dapat menyebabkan suhu udara menjadi turun. Kalaupun terjadi penurunan temperatur, itupun tidak begitu signifikan seperti gerhana matahari.

Di beberapa daerah tertentu, gerhana bulan dapat menyebabkan kondisi yang berbeda pada hewan liar saat fenomenanya berlangsung. Bahkan, ada mitos yang mengatakan kalau gerhana bulan akan memberikan dampak buruk pada kehamilan. Tapi, mitos tersebut sampai saat ini belum ada yang membuktikan dan menelitinya.

2. Naiknya Permukaan Air Laut

Saat terjadi gerhana bulan, permukaan air laut dapat naik. Hal tersebut dikarenakan gravitasi bulan. Kalau gerhana yang terjadi adalah gerhana bulan total, fenomena air laut pasang ini biasanya akan berlangsung selama tiga hari. Bukan hanya air pasang saja, tapi juga ombak yang besar, bahkan bisa sampai menyebabkan banjir.

Kapan Gerhana Bulan Total Terjadi?

Gerhana bulan terjadi di tahun 2018 sebanyak dua kali. Pertama adalah pada tanggal 31 Januari 2018 dimana bulan akan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi. Sedangkan gerhana bulan kedua akan jatuh pada tanggal 28 Juli 2018. Pada gerhana bulan kedua, bulan akan berada dalam jarak terjauhnya.

Fenomena Gerhana Bulan

Mungkin kamu pernah mendengar beberapa istilah yang malah bikin bingung. Ada orang yang menyebut satu nama, tapi yang lain menyebut nama yang berbeda. Padahal, kejadian yang disebutkan itu adalah fenomena yang sama.

Contohnya seperti kejadian yang terjadi pada tanggal 31 Januari 2018. Kejadian pada hari itu merupaan gabungan dari tiga fenomena bulan dalam satu waktu yang sama.

Tiga kejadian tersebut adalah super moon, yaitu bulan berada di posisi yang sangat dekat dengan bumi. Lalu blue moon, yaitu bulan biru atau bulan purnama kedua dalam satu bulan yang sama. Dan terakhir adalah blood moon, warna bulan menjadi seperti merah darah.

Tetapi, para ahli di bidang astronomi tidak ingin kamu memakai istilah super moon, blood moon, dan blue moon lagi. Para astronom memiliki penjelasan dan menganjurkan istilah yang tepat.

Blue Moon atau Bulan Biru

Seperti yang sudah disebutkan tadi, bulan biru adalah bulan purnama kedua pada bulan yang sama. Nah, ternyata ini tergantung pada lokasi di mana kamu berada. Bisa saja kamu mengalami bulan biru, tetapi orang lain yang ada di bagian lain bumi tidak mengalaminya.

Blood Moon atau Bulan Darah atau Bulan Merah

Warna merah yang ada pada bulan darah asalnya dari bumi sendiri. Saat sinar matahari melewati atmosfer kita, sinar tersebut akan berinteraksi dengan partikel seperti debu, sehingga akan memantulkan warna tertentu.

Istilah yang digunakan, bulan darah sendiri belum lama populer. Penggunaannya baru ada sekitar beberapa dekade dari sekarang. Penggunaan istilah blood moon, menurut ilmuan dari NASA dapat mengaburkan peristiwa yang sedang terjadi.

Super Moon

Penggunaan istilah super moon ternyata juga bermasalah. Pasalnya, super moon itu sebenarnya tidak sesuper namanya, menurut Petro yang dikutip oleh Kompas.com, ukuran bulan semakin besar dan terang karena orbit bulan yang mengelilingi bumi tidaklah melingkar dengan sempurna.

Jarak antara bulan dengan bumi itu bervariasi, dan hal tersebut dapat mengubah cara manusia memandang ukurannya. Istilah untuk jarak terjauh bulan adalah apoge, sedangkan jarak terdekat dikenal dengan perige.

Mitos Gerhana Bulan

Ternyata, ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat dunia tentang gerhana bulan. Berikut ini ada beberapa mitos dari berbagai belahan dunia.

1. Bulan Dimakan Raksasa

Di Indonesia dan belahan bumi lainnya ada yang percaya bahwa bulan dimakan raksasa atau makhluk magis lain ketika terjadi gerhana.

Kalau di Indonesia, ada yang percaya adanya Batara Kala. Raksasa jahat yang gentayangan memakan matahari atau bulan sehingga menyebabkan terjadinya gerhana. Sementara, di Cina, penyebab gerhana karena tanggung jawab naga sakti.

2. Pertikaian Bulan dengan Matahari

Suku Batammaliba mempercayai kalau gerhana itu disebabkan pertengkaran antara bulan dan matahari. Tetapi, masyarakat akan berusaha mendamaikan pertengkaran bulan dan matahari tersebut.

Sebenarnya, mitos ini keren lho, filosofinya adalah persatuan masyarakat untuk menuntaskan pertikaian yang ada. Sampai saat ini, kepercayaan ini masih dipegang oleh suku Batammaliba.

3. Ibu Hamil Harus Berhati-hati

Mitos mengenai ibu hamil ini ternyata bukan hanya tersebar di Indonesia saja lho. Ada banyak negara yang meyakini kalau gerhana bulan terjadi, ibu hamil harus berhati-hati. Mitosnya, anak yang dikandung bisa lahir cacat, sakit, dan lainnya jika tidak menjalankan ritual yang diperintahkan.

Bahkan, ada yang menyarankan untuk bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Sampai sekarang, masih ada masyarakat yang percaya dan mempraktikkan ritual untuk menjaga ibu hamil saat gerhana.

Gerhana Bulan Menurut Islam

Bulan merupakan makhluk Allah yang taat dan tunduk dengan apa perintah-Nya. Seperti yang ada dalam surat Ar Rahman ayat 5,

“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.” (Ar Rahman : 5)

Dari ayat tersebut, kita bisa mengetahui bahwa segala keindahan dan hal yang terjadi terhadap matahari dan bulan menunjukkan keagungan Sang Pencipta.

Selain ayat di atas yang menegaskan bahwa terjadinya sesuatu tentang bulan itu adalah karena kuasa Allah, ada hadits yang berkaitan dengan gerhana.

Dari sahabat al-Mughirah bin Syu’bah, bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat (tanda) di antara ayat-ayat Allah. Tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah hingga tersingkap kembali.” (HR. Al-Bukhari no. 1043, dan Muslim no. 915)

Sahabat Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ’anhu mengatakan, Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Tanda-tanda ini, yang Allah tampakkan, bukanlah terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Namun dengannya Allah memberikan rasa takut kepada hamba-hamba-Nya. Maka apabila kalian melihat salah satu darinya, bersegeralah untuk berdzikir, berdoa kepada-Nya dan memohon ampunan-Nya.” (HR. Al-Bukhori no. 1059)

Hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas menunjukkan bahwa gerhana itu bukan hanya fenomena alam biasa. Gerhana merupakan kejadian yang dikehendaki oleh Allah sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya.

Shalat Gerhana Bulan

Shalat gerhana bulan boleh dilakukan berjamaah maupun sendiri-sendiri, baik dengan khutbah atau tanpa khutbah. Namun, berjamaah di masjid yang dipakai untuk shalat Jumat lebih utama. Hal itu karena Ralulullah, dulu mengerjakannya secara berjamaah di masjid.

Shalat gerhana bulan dikerjakan dua rakaat, dalam setiap rakaat terdapat dua kali ruku’. Seperti yang diriwayatkan oleh Bunda Aisyah radhiyallahu ‘anha,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengeraskan bacaannya saat shalat gerhana bulan, beliau shalat empat kali ruku’ dan empat kali sujud.” (HR. Bukhari)

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan, sebelum memulai shalat gerhana, hendaklah muadzin mengumandangkan lafadz “ash shalaatu jaami’ah.”

Berikut ini ringkasan tata cara shalat gerhana berikut ini,

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al Fatihah dan surat lain, disunahkan imam membaca surat yang panjang dan dibaca keras.
  4. Ruku’, disunahkan waktunya lama, seperti waktu ketika berdiri.
  5. Berdiri lagi dan membaca surat Al Fatihah dan surat lain, disunahkan membaca surat yang lebih pendek dari sebelumnya.
  6. Ruku’ lagi, disunahkan waktunya lebih pendek dari ruku’ pertama.
  7. I’tidal.
  8. Sujud.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.
  11. Berdiri untuk rakaat kedua, membaca surat Al Fatihah dan lainnya, disunahkan surat yang panjang.
  12. Ruku’, disunahkan lama waktu ruku’ seperti lamanya saat berdiri.
  13. Berdiri lagi kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya, disunahkan surat yang dibaca lebih pendek dari surat sebelumnya.
  14. Ruku’ lagi, disunahkan waktunya lebih pendek dari ruku’ pertama.
  15. I’tidal.
  16. Sujud.
  17. Duduk di antara dua sujud.
  18. Sujud kedua.
  19. Duduk tahiyat akhir.
  20. Salam

Setelah shalat gerhana selesai, khatib menyampaikan khutbah.

Nah, kalau kamu masih bingung, coba lihat gambar urutan shalat gerhana di bawah ini.

Tata cara shalat gerhana

republika.co.id

Doa Gerhana Bulan

Disunahkan untuk berdoa setelah melaksanakan shalat gerhana. Memanjatkan doa di waktu terjadinya gerhana merupakan salah satu doa yang mustajab.

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu adalah dua tanda kekuasaan Allah, agar hamba takut kepadaNya. Terjadinya gerhana matahari dan bulan itu bukanlah karena kematian seeorang. Maka jika engkau melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah hingga gerhana itu tersingkap dari kalian” (HR. An Nasa’i; shahih)

Drs Anhar Ayubi menambahkan, doa yang dibaca saat gerhana itu bisa doa apa saja. Karena, tidak ada doa khusus saat terjadinya gerhana. Doa bisa dipanjatkan terus, terutama setelah selesai melaksanakan shalat gerhana tetapi sebelum gerhana menghilang. Selain doa, memperbanyak takbir juga dianjurkan.

Video Gerhana Bulan

Berikut ini video proses terjadinya gerhana bulan.

Gambar Gerhana Bulan

Kamu sudah melewati waktu gerhana tapi nggak bisa lihat kejadiannya? Berikut ini beberapa gambar gerhana bulan dari berbagai belahan dunia.

Gerhana bulan di California

31 Januari 2018 – michael@discoverthestars.net – di Seal Beach Pier, Seal Beach, California – skyandtelescope.com

Gerhana Bulan di Jepang

31 Januari 2018 – I.W. – di Kasugai City Aichi Prefecture Japan – skyandtelescope.com

Gerhana Bulan di Kerrville

31 Januari 2018 – Wcreech – di Kerrville, TX – astrobin.com

Bagaimana? Terlihat indah bukan gerhana bulan itu? Fenomena terjadi gerhana bulan ini sangat jarang sekali, bahkan hanya bisa dilihat puluhan atau ratusan tahun mendatang. Jadi, beruntung banget buat yang sudah bisa menyaksikannya dan ikut melaksanakan shalat gerhana.

Leave a Reply