Cara Menurunkan Trigliserida dengan Mengubah Gaya Hidup atau Konsumsi Obat

Di zaman yang serba cepat seperti sekarang ini, banyak orang yang tidak begitu memerhatikan apa yang dimakan. Apalagi di kota-kota besar yang masyarakatnya super sibuk sehingga memenuhi kebutuhan makanannya dengan apa yang cepat untuk dimakan.

Salah satu makanan yang menjadi pilihan adalah makanan cepat saji. Atau apa saja makanan yang ditemui, tanpa memedulikan apakah makanan itu baik untuk dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

Nah, dengan asupan makanan yang sembarangan tersebut, ada bahaya yang mengancam, mulai dari kelebihan kolesterol, trigliserida, sampai obesitas. Mungkin, orang sudah banyak tahu tentang kolesterol, tapi masih jarang yang bisa menjawab jika ditanya tentang trigliserida.

Apakah kamu pernah mendengar tentang trigliserida?

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak utama yang mengalir di dalam peredaran darah manusia. Nah, teman-teman dari trigliserida ini ada kolesterol baik atau HDL dan juga kolesterol jahat atau LDL.

Kalau kamu mengenal istilah lemak jenuh dan juga lemak tidak jenuh, kedua jenis lemak tersebut masuk ke dalam kelompok trigliserida.

Nah, jika kadar trigliserida yang terlalu tinggi, akan terjadi penumpukan pada bagian tubuh seperti dinding pembuluh darah dan hati. Tapi, trigliserida ini juga sangat penting lho bagi manusia. Tubuh kita akan memanfaatkan trigliserida sebagai sumber energi.

Untuk memenuhi kebutuhan trigliserida, tubuh membutuhkan asupan dari luar. Biasanya trigliserida didapat dari konsumsi karbohidrat dan juga pencernaan lemak yang ada pada makanan yang kita makan.

Jadi, kita perlu memerhatikan betul apa saja makanan yang dikonsumsi. Karena, selain akan terjadi penumpukan, banyaknya trigliserida dalam darah dapat meningkatkan resiko terkena angin duduk, serangan jantung, dan penyakit stroke.

Biasanya, kelebihan zat gizi dalam tubuh akan dapat kita ketahui. Tetapi, jika kadar trigliserida dalam darah tinggi, kita akan sulit mengetahui gejalanya.

Kelebihan kadar trigliserida ini bisa karena asupan makanan, bisa juga terjadi karena faktor keturunan. Dan, jika kadar trigliserida yang tinggi karena keturunan, maka dapat muncul suatu kondisi yang disebut xanthoma, atau benjolan akibat timbunan lemak yang berada di bawah kulit.

Kadar Trigliserida dalam Tubuh

Untuk mengetahui berapakah kadar trigliserida dalam tubuh, biasanya akan dilakukan tes darah. Setelah hasil tes keluar, kita bisa mengetahui seberapa tinggi kadar trigliserida kita.

  • Kadar sangat tinggi: > 500 mg/dl – miligram per desiliter
  • Kadar tinggi: 200-499 mg/dl
  • Kadar cukup tinggi: 150-199 mg/dl
  • Kadar normal: < 150 mg/dl

Penyebab Tingginya Kadar Trigliserida dalam Tubuh

Perut buncit pria

diasweethealthy.com

Umumnya, kadar trigliserida yang tinggi karena obesitas dan diabetes yang tidak dikendalikan. Atau, tingginya kadar trigliserida karena konsumsi berlebihan makanan yang mengandung gula atau karbohidrat yang tinggi.

Selain itu, hipotiroidisme atau kelenjar tiroid terlalu sedikit menghasilkan hormon tiroid juga dapat menyebabkan kadar trigliserida tinggi.

Penyakit ginjal yang menyebabkan ginjal menjadi kehilangan fungsinya untuk menyeimbangkan kadar garam dan mineral dalam darah, membuang racun dari tubuh, cairan berlebihan, dan tidak bisa mengatur tekanan darah juga bisa meningkatkan kadar trigliserida.

Kalau kamu suka dan banyak mengonsumsi minuman keras atau minuman beralkohol, trigliserida dalam tubuh juga bisa meningkat dengan cepat lho. Kondisi ini bahkan bisa memicu pembengkakan pada pankreas.

Konsumsi obat-obatan tertentu seperti beta-blockers, steroid, tamoxifen, pil KB, dan diuretik juga bisa meningkatkan kadar trigliserida.

Selain itu, kondisi medis lain juga dapat mempengaruhi tingginya kadar trigliserida. Kadar trigliserida merupakan bagian dari sindrom metabolik, dimana sindrom metabolik adalah suatu kelompok masalah kesehatan yang terdiri dari kadar trigliserida yang tinggi, kadar HDL atau kolesterol baik yang rendah, kadar gula darah tinggi, hipertensi, dan penumpukan lemak di daerah sekitar pinggul.

Jika seseorang mengalami masalah sindrom metabolik tersebut, bisa berakibat meningkatnya risiko terkena stroke, serangan jantung, dan diabetes.

Perbedaan Antara Trigliserida dan Kolesterol

Mungkin dari kita ada yang beranggapan bahwa trigliserida sama dengan kolesterol. Padahal dua senyawa ini berbeda, tetapu masih dalam satu bagian yang sama.

Dalam darah kita, terdapat dua jenis lemak, trigliserida dan kolesterol. Kedua lemak ini memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Trigliserida berfungsi untuk menyimpan kalori dan memasok energi untuk tubuh, sedangkan kolesterol berfungsi untuk membangun sel-sel dan hormon-hormon tertentu.

Kedua jenis lemak tersebut tidak bisa larut dalam darah, tetapi protein akan membantu agar lemak-lemak ini dapat mengalir ke seluruh tubuh.

Ketika seseorang memiliki kadar trigliserida yang tinggi, maka kemungkinan besar kadar kolesterolnya juga tinggi. Agar dapat mengetahui kadar trigliserida dalam darah, kita harus melakukan tes darah yang disebut dengan analisis lipoprotein. Tes darah yang dilakukan tersebut fungsinya adalah untuk mengetahui jumlah keseluruhan lemak dalam darah.

Cara Mengobati Kadar Trigliserida yang Tinggi

Sebenarnya, kita bisa menurunkan kadar trigliserida dalam darah dengan tidak menggunakan obat-obatan. Cukup mengubah gaya hidup saja sudah bisa membantu menurunkan kadar trigliserida. Cobalah mengikuti beberapa cara di bawah ini agar kadar trigliserida menjadi normal kembali.

1. Mengonsumsi Lemak Sehat

Kita bisa mengubah kebiasaan mengonsumsi daging yang memiliki lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh dari tanaman. Coba ganti daging dengan konsumsi minyak zaitun, minyak kanola, atau minyak kacang.

2. Menurunkan Asupan Kalori

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kalori yang masuk secara berlebihan ke dalam tubuh akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan sebagai lemak. Jadi, dengan menurunkan kalori yang masuk ke dalam tubuh, tentu kita juga menurunkan kadar trigliserida.

3. Mengendalikan Berat Badan

Nimbang Berat Badan

dietherba.wordpress.com

Berat badan yang melebihi ideal atau bahkan sampai obesitas tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dengan menurunkan sekitar 2-5 kg berat badan, kita juga akan menurunkan kadar trigliserida di dalam tubuh. Selain menurunkan berat badan, agar tubuh menjadi lebih sehat, lakukan juga olahraga minimal 2,5 jam dalam satu minggu.

4. Mengatur Asupan Kolesterol

Atur tingkat kolesterol yang kita makan, caranya adalah dengan menghindari sumber kolesterol

Membatasi tingkat kolesterol dalam makanan. Hindari sumber kolesterol konsentrat termasuk daging dengan banyak lemak, kuning telur, dan produk olahan susu murni.

5. Hindari Konsumsi Lemak Trans

Lemak trans biasanya terdapat pada makanan yang digoreng, atau bisa juga pada produk yang dipanggang, contohnya seperti biskuit, kue kering, atau camilan. Produsen makanan biasanya tidak mencantumkan kandungan lemak trans jika kurang dari 0,5 gram. Produsen dapat mengatakan bahwa makanan yang mereka buat mengandung minyak hidrogenasi.

6. Batasi Konsumsi Gula dan Makanan Olahan

Konsumsi gula dan juga makanan yang terbuat dari tepung akan dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

7. Berhenti Merokok

Berhenti merokok

hipwee.com

Jika kamu perokok, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut, berhenti merokok akan dapat memperbaiki HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh. Bahkan, jika kamu berhenti merokok dalam jangka waktu satu tahun, maka risiko terkena serangan jantung dapat turun sampai 50%.

8. Jangan Mengonsumsi Minuman Keras

Minuman keras, selain mengandung alkohol yang tidak baik untuk tubuh juga memiliki kalori cukup tinggi. Kalori yang tinggi tersebut dapat meningkatkan kadar trigliserida. Bahkan hanya dengan mengonsumsi sedikit saja minuman keras, hal itu sudah dapat meningkatkan kadar trigliserida.

9. Lakukan Olahraga

Lakukan olahraga dengan rutin karena hal tersebut dapat membantu menjaga kesehatan tubuh kita.

Setelah melakukan perubahan gaya hidup seperti di atas tetapi kadar trigliserida kita masih tinggi, mungkin kita perlu mengonsumsi obat-obatan juga. Obat yang dikonsumsi tentu sesuai dengan anjuran dokter, dosisnya tergantung berapa kadar trigliserida dan kolesterol kita. Selain itu faktor lain seperti penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung juga menjadi pertimbangan.

Obat Penurun Trigliserida

Ada beberapa obat yang biasanya digunakan untuk menurunkan kolesterol, dimana obat tersebut secara tidak langsung juga dapat menurunkan trigliserida. Berikut ini beberapa obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol yang tinggi.

1. Minyak Ikan

Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 yang cukup tinggi, zat tersebut dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh. Kamu dapat mengonsumsi minimal dua porsi ikan setiap minggunya agar asupan omega-3 tercukupi. Atau, kamu juga bisa membeli suplemen minyam ikan di apotek atau toko herbal terdekat.

2. Niasin

Niasin (niacin) atau nicotonic acid dapat membantu mengurangi produksi trigliserida dan juga LDL. Hal tersebut tentu akan bisa meningkatkan HDL dan trigliserida menjadi turun.

3. Fibrate

Obat ini fungsinya adlaah untuk menurunkan kadar trigliserida dan dapat meningkatkan HDL, sehingga kolesterol jahat atau LDL keberadaanya tidak banyak.

4. Statins

Statins dapat menghambat suatu enzim yang dibutuhkan untuk pembentukan kolesterol sehingga kadar LDL dalam tubuh akan menurun.

Setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut tetapi kadar trigliserida masih tinggi juga, tentu kamu harus konsultasi kembali dengan dokter.

Jangan mengonsumsi obat sembarangan karena jika kamu mengonsumsi statins dan fibrate secara bersamaan akan dapat menyebabkan rabdomiolisis atau masalah pada otot. Hal yang paling berbahaya dari rabdomiolisis adalah bisa terjadi gagal ginjal. Jika kamu merasakan sakit pada otot, jangan dibiarkan, segera hubungi dokter. Semoga selalu sehat ya 🙂

Leave a Reply